Modus Tekdown Berita , Adi Candra Oknum Wartawan Investigasi 86 Berkedok Pers Disinyalir Mencoreng Citra Profesi Jurnalis

Lampung – Sifat premanisme berkedok pers dari sindikat oknum “wartawan” ini memang nyata mencoreng citra profesi jurnalis dan merusak kepercayaan publik secara sistematis. Tindakan intimidasi, pemaksaan, hingga pemerasan bermodus tekdown berita atau penawaran kerja sama fiktif bukan lagi sekadar pelanggaran etik, melainkan murni tindak pidana kriminalitas.
“Kasus terbaru seperti aksi anarkis mengaku oknum wartawan salah satu media online investigasi 86 menyebut identitas Pers Adi Candra yang kerap membuat pemberitaan SPBU dan Gudang Penimbunan terkesan tanpa turun lokasi dan sumber berita .
Diketahui jaringan sindikat oknum yang diduga wartawan bodrek yang berlindung di balik website media modus Tekdown berita meminta sejumlah uang
Parahnya, pemberitaan yang dimuat terkesan mengada – ada tanpa melakukan crospek ke lokasi tanpa melakukan konfirmasi ,ini menjadi bukti kuat bahwa kartu pers kini kerap disalagunakan sebagai tameng kebal hukum oleh pelaku kejahatan
Seperti yang dimuat media invesigasi 86 belum lama ini terkait dugaan Penimbunan BBM ilegal di wilayah Natar ,pasalnya dari dokumen yang muat di media invesigasi 86 Poto yang diambil melalui google yang jelas bangunan rumah tersebut gambar pada tahun 2021 lalu .
Dari informasi yang didapat oknum wartawan media invesigasi 86 Adi Candra sempat berkomunikasi dengan salah satu warga yang diberitakan untuk mengirimkan sejumlah uang modus tekdown berita isi dalam percakapan yang didapat media yang mana oknum wartawan Adi Candra meminta biaya jasa tekdown sebesar Rp 500 dan meminta agar dikirimkan melalui nomor akun Dana 082183341000 atas nama Roy saat di telusuri data kepemilikan akun Dana tersebut milik Ansori .
Ironisnya”setelah dikirim biaya sebesar Rp 500 tersebut hingga kini pemberitaan yang dijanjikan dapat di Tekdown hingga kini tidak terbukti dan saat di hubungi no WhatsApp Adi Candra enngan merespon .
Organisasi pers seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengecam keras fenomena ini. Berikut adalah dampak destruktif dari eksistensi sindikat oknum tersebut.
Dampak Destruktif terhadap Dunia PersErosi Kepercayaan Publik: Masyarakat menjadi skeptis dan menyamaratakan jurnalis asli yang bekerja jujur dengan para pemeras.Kriminalisasi Institusi Pendidikan: Target utama sindikat ini sering kali kepala sekolah atau instansi publik kecil yang mudah diintimidasi menggunakan isu alokasi dana bantuan sosial.Penyimpangan Fungsi Kontrol Sosial: Kebebasan pers disalahgunakan menjadi alat pemerasan personal demi keuntungan ekonomi sepihak.Cara Mengidentifikasi Wartawan Palsu vs Profesional.



Post Comment