Modus Barcode Nelayan dan Petani , Cara Halus SPBU 24.345-117 Bukit Kemuning Menggalihkan Solar Subsidi Untuk Kepentingan Industri

Modus Barcode Nelayan dan Petani , Cara Halus SPBU 24.345-117 Bukit Kemuning Menggalihkan Solar Subsidi Untuk Kepentingan Industri

Lampung – Masyarakat Kabupaten Lampung Utara Khususnya petani dan Nelayan yang berada di bukit Kemuning menilai sistem barcode untuk pembelian BBM subsidi yang di peruntukan bagi Petani dan Nelayan masih memiliki celah yang dapat dimanfaatkan oleh sindikat mafia BBM subsidi pelangsir Bahkan, warga mengungkap adanya dugaan kerja sama “bermain mata” antara pelangsir pelaku yang menjadi kordinator pemegan barcode dan oknum petugas SPBU dengan menipulasi data barcode khusus petani dan nelayan dengan modus menbahkan data pengisian barcode petani dan nelayan untuk kepentingan industri pernyataan tersebut dibeberkan warga berkerja sebagai petani sebut dirinya bernama Sunarto .”Menurutnya, modus operandi sindikat mafia BBM subsidi dengan menggunakan barcode siluman yang semestinya di peruntukan untuk kepentingan para petani dan nelayan yang diduga barcode petani di perbanyak oleh oknum petugas SPBU 24.345-117 Bukit Kemuning untuk kepentingan industri.

“Terus terang , banyaknya kecurangan dalam menyalurkan bbm solar subsidi yang diduga di mainkan oleh oknum petugas SPBU 24.345-117 Bukit Kemuning sejak lama yang berkerja sama dengan oknum – oknum sindikat mafia subsidi yang ada di Lampung Utara .Yang saya ketahui dari jatah barcode untuk para petani dan nelayan sejak lama dimainkan oleh oknum petugas SPBU sejak lama dan parahnya solar – solar itu lebih banyak digunakan bukan untuk semestinya melainkan untuk di jual kepada pemain BBM subsidi.ucapnya seorang petani (17/9/2026)

Lanjutnya” coba di cocokan data penerima barcode khusus petani dan nelayan di dinas – dinas terkait yang ada di wilayah Bukit Kemuning saya pastikan berbeda jauh lebih banyak barcode yang di pengisian yang ada di spbu dari pada data yang ada dinas terkait.Tak hanya itu, ia juga menyinggung dugaan adanya praktik main mata antara pelangsir dan operator SPBU dalam proses pengisian BBM jenis solar setiap harinya .“Yang terjadi di lapangan, pelangsir dan operator nozzle diduga bermain mata. Ini yang harus menjadi perhatian BPH migas dan Aparat Penegak hukum ,” ujarnya.Selain menyoroti persoalan pelangsir, warga sekitar juga menyoroti penyediaan BBM jenis solar di SPBU tersebut yang sering mengalami kekosongan dengan dalih dalam proses pengiriman atau tidak di kirim oleh depot Pertamina ,fakta yang diperoleh di lapangan oleh sejumlah warga menyebut adanya kecurangan yang mana diduga BBM Jenis Solar yang hendak di kirim ke SPBU tersebut kerap di turunkan terlebih dahulu di salah satu lokasi dengan melibatkan sindikita mafia subsidi yang ada di dalam instansi badan PT Pertamina dan Pihak SPBU.

“Terkadang Solar di SPBU Tersebut sering kosong namun info yang ada bahwa solar dari depot yang hendak di bongkar di SPBU tersebut telah diturunkan terlebih dahulu ,jadi hanya nota voice faktur penerima BBM subsidi nya saja yang di dapat oleh pihak SPBU namun aslinya solar nya tidak dibongkar di SPBU melainkan di bongkar di tempat lokasi gudang untuk keperluan industri .bebernya kepada wartawan Kami berharap khusus BPH Migas dan Polda Lampung Untuk melakukan sidak dan pemeriksaan secara intensif dan teliti terkait ke penyaluran BBM subsidi jenis solar di SPBU itu kemana saja solar subsidi di SPBU itu .Ia juga meminta agar penggunaan barcode benar-benar disesuaikan dengan kendaraan yang terdaftar dan tidak dapat dipindahtangankan kepada pihak lain.(Tim)

Post Comment

You May Have Missed